Diskusi Ilmiah, Himahi Hadirkan Relawan IIWC PKBI

0
282
Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) menghadirkan relawan Indonesia International Work Camp (IIWC) yang berada di bawah naungan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) pada diskusi ilmiah di ruang rapat FEIS, Kamis, 30 Maret, pagi.
Nurparamadina | KERTAS

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (Himahi) menghadirkan relawan Indonesia International Work Camp (IIWC) yang berada di bawah naungan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) pada diskusi ilmiah di ruang rapat FEIS, Kamis, 30 Maret, pagi.

Diskusi ilmiah tersebut berfokus pada pengembangan kegiatan Kerelawanan Internasional (International Voluntary Services), yang membahas mengenai pertukaran budaya, pendidikan, lingkungan, pemberdayaan potensi masyarakat, dan sumber daya alam.

Relawan IIWC PKBI, Rahmat Triyadi, mengatakan kepada mahasiswa untuk bisa lebih memberikan dampak positif untuk masyarakat. “Kita mau mengajak kaum muda, terutama mahasiswa, supaya lebih sadar bahwa mereka harus berkontribusi,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, diskusi ilmiah yang merupakan program kerja divisi keilmuan Himahi tersebut, juga turut menghadirkan tiga relawan asing asal Firlandia yang tergabung dalam relawan IIWC PKBI yang hadir bersama dua relawan asal Indonesia sebagai pembicara dalam diskusi.

Koordinator Divisi Keilmuan Himahi, Dies Nasma Putri Wekoila mengaku, tertarik untuk mengundang relawan IIWC PKBI karena merupakan organisasi voluntary service yang bergerak tanpa bantuan dana dari pemerintah.

“Ini adalah sebuah organisasi voluntary service, kami tertarik untuk mengangkat organisasi yang berawal dari uang sendiri, maksudnya mereka itu bergerak dari dana sendiri bukan dari pemerintahan, benar-benar relawan,” jelasnya.

Sementara, Ketua Prodi (Kaprodi) Hubungan Internasional (HI), Andi Meganingratna, S.IP., M.Si mengatakan, diskusi seperti itu penting bagi mahasiswa HI untuk peningkatan keilmuan, serta sebagai pembanding seperti apa sistem pendidikan yang ada di Indonesia dan di Firlandia.

“Jadi mereka (mahasiswa HI) ada gambaran kira-kira apa yang bisa mereka kembangkan di Indonesia, dan apa yang bisa kita lakukan untuk merubah sistem pendidikan,” kata Kaprodi HI.

Editor: Andi Nur Isman Sofyan

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here