BEM : REKONSTRUKSI ATAU DEKONSTRUKSI ?

0
491

MAKASSAR, KERTASONLINE.COM – Pramubes dilakukan pertama kali pada November 2015, sejak saat itu BEM berpolemik sampai sekarang. Seperti yang diketahui, beberapa kali melakukan pertemuan untuk membahas tentang keberadaan BEM di Unifa, dan terakhir kali diadakan seminar loka karya tetapi pembahasan tersebut  terhenti karena persoalan garis koordinasi yang belum disepakati.  Di sini perbedaan pendapat diantara kedua senat. Senat mahasiswa Teknik maunya A dan Senat mahasiswa Feis maunya B.

Perbedaan budaya antara kedua fakultas tersebut berlarut-larut karena perbedaan budaya organisasi. Organisasi yang sejatinya merupakan tempat dimana orang berkumpul untuk menjalankan suatu kegiatan yang mempunyai visi yang sama dan misi yang sama. Tetapi karena  kedua fakultas di Unifa, yang dimana satunya mengingingkan BEM dan satunya tidak .  Sehingga tidak menimbulkan kesepakatan. Sebenarnya kendala lain dalam BEM adalah tidak adanya mahasiswa Unifa yang bersedia untuk menjadi ketua BEM.

Menurut Nur Khaerat Nur vakumnya BEM ini dikembalikan lagi kemahasiswa karena pihak kampus  telah memberikan fasilitas dan anggaran, selain itu ia meminta tanggung jawab dalam hal ini terhadap mahasiswa, dalam hal tersebut ia merasa kecewa “Justru sayalah yang kecewa selaku Deputi Rektor III”. Ungkapnya.

Saat ditanyakan keberadaan Badan Eksekutif Organisasi di Unifa saat ini, Deputi Rektor III mengatakan BEM Unifa sekarang nampaknya mati suri dan tinggal nama “BEM Unifa sekarang nampaknya mati suri, sekarang mungkin tinggal nama”. ujarnya dalam Dialog Mahasiswa di Pelataran Aula Unifa, Rabu, 15 Juni.

Aditya Pratama yang merupakan mantan ketua BEM Unifa saat ditanyakan  hal yang sama mengenai keberadaan BEM, Ia mengungkapkan bahwa  kita terlupa dengan apa yang  seharusnya kita perbaiki serta seolah-olah terlena dengan ketidakbutuhan “Seolah-olah kita terlena dengan ketidakbutuhan” ungkapnya.  Anggapan ini adalah bahwa ketidakbutuhan, ada BEM atau tidak ada BEM tidak menjadi suatu masalah.

Sehingga dalam hal ini, tentunya  langkah konkret kedepannya dibutuhkan, seperti  pihak birokrat Unifa  tidak menutup diri untuk   kegiatan yang ingin dilakukan. Dan salah satu langkah yang sudah diambil oleh Deputi Rektor III adalah  rencana outbond dengan semua lembaga di Unifa, tujuannya untuk lebih mengakrabkan lagi. Cuman kendalanya saat ini baru dua lembaga yang sudah registrasi.

Pun demikian, nilai solidaritas tentunya masih ada, tinggal bagaimana membawa  visi misi itu lebih ditonjolkan lagi. Menurut Hadiati  saya setuju berdiri BEM, jangan jadikan hal-hal kecil menjadi hambatan, karena BEM adalah wadah pembelajaran yang akan membawa visi-misi sebagai citra untuk keluar. Untuk itu Dekan Unifa itu meminta agar Deputi Rektor III memfasilitasi dalam menyatukan Feis dan Teknik “minta fasilitasi dari deputi rektor III untuk menyatukan Feis dan Teknik”. Tutupnya.

Reporter : Justina

Editor : Amalia Febriana

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here