Belakang Kampus Jadi Sasaran Sampah Unifa

0
249
Potret. Tampak belakang gedung D Unifa

KETASONLINE.COM – Bank sampah yang dijadwalkan akan rampung sebelum peresmian gedung baru Universitas Fajar (Unifa) hingga Senin, 5 Maret belum juga usai dikerjakan. Sehingga, belakang kampus pun menjadi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semua sampah di Unifa.

Berdasarkan pantauan reporter kertasonline.com, lahan kosong yang berada di belakang gedung D Unifa itu dipenuhi oleh tumpukan sampah.

Sontak hal tersebut membuat beberapa kalangan mahasiswa merasa bahwa pihak PT. Fajar Utama kurang memiliki perhatian terhadap kebersihan.

“Yang di belakang gedung baru yang tidak terurus itu. Menurut saya itu bank sampah dibelakang, biar mami nda keliatan ki kasat mata banyak orang tapi, nda baguski tumpukan sampah nda terurus, namanya sampah? deh masa Fajar Utama bisa percepat pembangunan tapi tidak bisa bersihkan sampah yang secuil itu,” Ujar salah satu Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Ilmu-ilmu Sosial (FEIS), Aklia Fatonah.

Di tempat yang sama, Tria Amanda yang juga mahasiswa FEIS mengatakan hal serupa. Menurutnya, keadaan seperti itu kurang baik. “Itu yang dibelakang, kurang. Bukan kurang lagi tapi nda enak dipandang. Jadi menurutku, untuk Fajar Utama sebaiknya diperhatikan juga yang di bagian belakang, walaupun nda terlalu dilihatki tapi setidaknya kita perhatikan lingkungan sekitar kita. Lebih bagusnya itu di belakang dibersihkan,” gamblangnya.

Menanggapi hal itu, Ismail selaku pengawas Cleaning Service menjelaskan bahwa pembuatan bank sampah akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Sementara proses ini, karena agak susah untuk dapat container, kita harus tunggu juga konfirmasi dari beberapa orang. Tapi kita upayakan dalam waktu dekat akan ada,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ia juga  mengatakan, untuk meminimalisir sampah yang bertumpuk, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) agar truk pengangkut sampah, mengangkut sampah yang berada di belakang gedung D setiap harinya.

“Kalau untuk pengangkut sampah kita nebeng sama pemerintah daerah,” kata Ismail.

Editor : Nurparamadina 

Facebook Comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here